Laporan
Small Group Discussion 1
Terapi
Komplementer
Respon klien terhadap sakitnya akan
berbeda satu sama lain. Klien bersifat unik, oleh karena itu perawatan
kesehatannya pun dilakukan secara holistik komprehensif. Klien hidup dalam
suatu komunitas kebudayaan yang akan mempengaruhi cara mereka menyelesaikan
masalah kesehatannya. Berbagai jenis
pengobatan berkembang pada era globalisasi, sehingga keputusan pengobatan yang
dipilih semakin beragam. Selain pengobatan medis konvensional, dewasa ini
terapi komplementer banyak diminati oleh masyarakat. Fenomena tersebut memberikan
peluang terhadap tenaga kesehatan khususnya perawat untuk mengembangkan
kompetensinya sebagai terapis maupun sebagai pendamping klien dalam memilih pengobatan
dan perawatan yang tepat. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai kompetensi
tersebut salah satunya dengan memperdalam pengetahuan tentang terapi
komplementer, sehingga dalam laporan ini akan dibahas mengenai terapi
komplementer.
Terapi komplementer merupakan terapi
pelengkap pengobatan medis konvensional. Terapi komplementer bersifat holistik
dan bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Terapi ini diklasifikasikan
menjadi 5 macam yaitu alternative medical
system, mind body intervention, biologically based therapies, manipulated and
body based methods, dan energy therapies. Masing-masing jenis terapi
tersebut berfokus pada integrasi pikiran, tubuh dan jiwa (Zahrawani, 2010).
Alternative
medical system yaitu pengobatan alternatif yang
berkembang sebelum pengobatan konvensional ditemukan. Pengobatan ini
dikembangkan berdasarkan pengobatan dari barat. Banyak masyarakat memilih
pengobatan alternatif sebagai pilihan pengobatan pertama yang dipilih. Contoh
pengobatan alternatif yaitu pengobatan tradisional cina (Zahrawani, 2010).
Mind
body intervention merupakan pendayagunaan kapasitas pikiran
untuk mengoptimalkan fungsi tubuh. Fokus terapi ini adalah menciptakan keseimbangan
antara pikiran, emosi, dan pernapasan. Contohnya yaitu meditasi, hipnotherapy, dan mental healing (Zahrawani,
2010).
Biological-based
therapy adalah terapi yang memanfaatkan bahan-bahan alami
yang berada di alam. Contohnya yaitu obat herbal, dan suplemen. Khusus untuk obat herbal, pemerintah
menetapkan Keputusan Menkes RI Nomor 121
Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Medik Herba (Heinrich, Barnes, Gibbons, &
Wiliamson, 2009).
Manipulative
and body based methode yaitu terapi dengan cara memberikan
perangsanagan pada tubuh untuk mengembalikan fungsi normal tubuh. Perangsangan
dapat berupa sentuhan, tekanan, maupun menggerkan anggota tubuh. Contoh terapi
yaitu masase, akupresur, dan yoga (Zahrawani, 2010).
Energy
therapy yaitu pendayagunakan sumber energi untuk memperbaiki
fungsi sistem tubuh dengan menggunakan tenaga yag berasal dari dalam dan luar
tubuh. Energy therapy terdiri dari biofield therapise dan bioelectromagnetic.
Biofield therapies dilakukan dengan
memasukkan energi positif ke dalam diri klien baik secara lagsung maupun jarak
jauh, contoh terapi ini yaitu reiki. Sedangkan electromagnetic yaitu
memangfaatkan barang2 yang bersifat magnetis (Heinrich et al., 2009) .
Macam-macam terapi komplementer
tersebut berhubungan dengan keyakinan klien dalam meyakini penyakit yang
dideritanya serta pengobatan yang dipilih. Tenaga kesehatan perlu
mengidentifikasi keyakinan klien akan penyakitnya. Berdasarkan paradigma
keperawatan penyakit dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu biomedical sientific, naturalistic
atau holistic, dan magico religius (Spector,
2005).
Biomedical
scientific yaitu penyakit terjadi secara ilmiah. Dimana
penyebab penyakit dapat berup virus, bakteri, protozoa maupun agen infeksius
lainnya. Pengobatan yang dapat dilakukan pun dapat dibuktikan secara ilmiah,
contohnya antibiotik ditemukan untuk mengobati penyakit infeksi (Spector, 2005).
Naturalistic
atau holistik merupakan keyakinan
bahwa penyakit berasal dari kekuatan alam.Interksi manusia dengan lingkungan haruslah
seimbang, apabila terjadi ketidakseimbangan maka manusia akan sakit. Contoh
dari naturaistic yaitu kepercayaan pana dingin, masuk angin, dan penyakit
bawaan (Spector, 2005) .
Magico
religius yaitu penyakit berasal dari kekuatan supranatural.
Penyakit dianggap sebaagai hukuman atas perilaku berdosa yang telah dilakukan. Pengobatan
yang dilakukan dengan memanfaatkan tokoh supranatural (Spector, 2005).
Beragamnya
penyelesaian masalah serta keyakinan masyarakat akan kesehatannya menjadikan terapi
komplementer digunakan sebagai pelengkap pengobatan konvensional. Tujuan terapi
komplementer untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Fokus perawatan bersifat
holistik dan mengintegrasikan pikiran, tubuh, dan jiwa.